pendaftaran merek : Proteksi Usaha Anda

Untuk para pelakon usaha, menghasilkan suatu merk( trademark) yang jadi karakteristik khas dari produk ataupun jasa yang ditawarkan ialah sesuatu perihal yang berarti untuk kelangsungan usaha mereka. Pelakon usaha tidak tidak sering melewati serangkaian proses yang lumayan panjang buat menghasilkan merk yang pas diawali dari pemilihan nama sampai membuat rancangan wujud logo yang cocok dengan bidang usaha yang dijalankan. Dengan strategi branding yang pas, produk ataupun jasa dengan merk tertentu jadi gampang diingat oleh calon konsumen sehingga energi jualnya jadi besar.

Dalam menghasilkan suatu merk, pelakon usaha sudah mempertaruhkan tenaga, benak, waktu serta bayaran buat bisa menciptakan suatu merk yang memiliki nilai ekonomi serta energi pembeda yang kokoh. Nilai ekonomi tersebut menjadikan merk selaku suatu kekayaan( property) yang harus dipertahankan keberadaannya supaya tidak diambil ataupun disalahgunakan oleh pihak lain. Selaku langkah proteksi atas nilai serta keberadaan dari merk yang sudah diciptakan, pelakon usaha wajib mempunyai pemahaman buat lekas melaksanakan registrasi merk sebab tanpa mempunyai Sertifikat Merk pelakon usaha tidak hendak mendapatkan proteksi hukum atas merk yang mereka miliki pendaftaran merek .

Proteksi merk di Indonesia berhubungan erat dengan prinsip“ First to File” yang dianutnya. Bersumber pada prinsip tersebut, proteksi merk cuma hendak diberikan kepada pihak yang awal kali mendaftarkan mereknya di Indonesia. Oleh karenanya berarti untuk seseorang pelakon usaha buat lekas mendaftarkan merk dagangnya saat sebelum terdapat pihak lain dengan merk yang sama yang mendaftarkannya. Bila perihal ini hingga terjalin, pelakon usaha yang telat mendaftarkan merk tersebut tidak bisa memakai merk dagang itu lagi terlepas dari berapa lama serta berapa melekatnya merk tersebut dengan produk yang dia miliki. Kejadian semacam ini dirasakan oleh desainer asal Perancis, Pierre Cardin yang dinyatakan tidak berhak memakai mereknya di Indonesia sebab buat merk Pierre Cardin di Indonesia sudah legal dipunyai oleh Alexander Satryo Wibowo seseorang WNI asal Jakarta yang sudah mendaftarkan merk Pierre Cardin terlebih dulu pada tahun 1977. Sedangkan desainer asal Perancis owner‘ asli’ merk Pierre Cardin baru mendaftarkan mereknya di Indonesia pada tahun 1999.

Saat sebelum melaksanakan registrasi merk, pelakon usaha hendaknya terlebih dulu melaksanakan pengecekan terhadap merk yang hendak didaftarkan lewat penelusuran merk di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual( HKI). Perihal ini buat menjauhi kesamaan pemakaian merk yang sudah didaftarkan terlebih dulu oleh pihak lain. Penelusuran merk bisa dicoba secara mandiri oleh pelakon usaha ataupun lewat dorongan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual( HKI).

Di Indonesia, permohonan registrasi merk bisa dicoba secara non- elektronik ataupun elektronik lewat Konsultan HKI pada Layanan Elektronik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Permohonan registrasi merk wajib mencantumkan sebagian perihal berikut:

Baca Juga : Makanan otak penting yang dibutuhkan semua anak

Bertepatan pada, bulan serta tahun permohonan;

Nama lengkap, kewarganegaraan serta alamat pemohon;

Nama lengkap, serta alamat Kuasa bila Permohonan diajukan oleh Kuasanya;

Warna bila Merk yang dimohonkan pendaftarannya memakai faktor warna;

Nama negeri serta bertepatan pada permintaan Merk yang awal kali bila Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas; dan

Kelas benda serta/ ataupun kelas jasa dan penjelasan tipe benda serta/ ataupun jasa.

Tidak hanya itu, pengajuan permohonan registrasi merk pula mengharuskan pelakon usaha buat menyerahkan dokumen- dokumen pendukung, antara lain fakta pembayaran bayaran permohonan, label merk, pesan statment kepemilikan merk, pesan kuasa, dokumen industri serta lain sebagainya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *